Apa Saja Hak dan Kewajiban Kontraktor ? Berikut Ulasannya

Hak dan kewajiban kontraktor diatur dalam kontrak yang telah disetujui. Kontrak merupakan perjanjian tertulis yang mengikat secara hukum antara dua pihak (atau lebih) yang membuat perjanjian dimana satu pihak melakukan pekerjaan dan pihak lain memberikan imbalan atas pekerjaan yang dilakukan dan berlaku hubungan jasa dan imbalan. Hak dan kewajiban dalam satu kontrak bisa berbeda-beda dengan kontrak yang lain tergantung ketentuan-ketentuan kontrak yang bersangkutan. Hal yang terpenting mengenai pengelolaan kontrak adalah bagaimana melindungi diri terhadap tuntutan atau klaim dan mengajukan tuntutan dan klaim untuk hak langsung (pembayaran pekerjaan) dan hak tidak langsung (penyerahan lapangan terlambat).

Tugas dan tanggung jawab kontraktor meliputi :

  1. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana, peraturan, syarat-syarat, penjelasan pekerjaan, dan syarat-syarat tambahan yang telah ditetapkan oleh pengguna jasa
  2. Membuat gambar-gambar pelaksanaan yang disetujui oleh konsultan perencana
  3. Merencanakan tentang perancangan dan pengendalian waktu, biaya, kualitas, dan keselamatan kerja
  4. Menyediakan alat keselamatan kerja seperti yang diwajibkan dalam peraturan untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat
  5. Menyerahkan seluruh atau sebagian pekerjaan yang telah diselesaikannya sesuai dengan ketetapan yang berlaku.

Tugas dan tanggung jawab lain dari perusahaan kontraktor, yaitu :

  1. Meminta persetujuan untuk subkontraktor, contohnya untuk pengadaan bahan-bahan material (pekerjaannya minimal 30 % dari nilai proyek)
  2. Memberikan jaminan pelaksanaan atau uang muka pelaksanaan proyek
  3. Melaksanakan, menyelesaikan, dan memelihara pekerjaan
  4. Memperbaiki cacat-cacat pada pelaksanaan proyek
  5. Menyediakan bahan-bahan material, alat-alat pelaksanaan proyek, dan tenaga kerja pelaksanaan proyek.

Hak dan yang didapat oleh perusahaan kontraktor, yaitu :

  1. Mendapat kepastian pekerjaan pelaksanaan proyek dalam artian bahwa pemilik proyek tidak akan membatalkan pelaksanaan proyek secara sepihak selain ketentuan-ketentuan yang tertulis di dalam kontrak yang telah disetujui oleh kedua belah pihak
  2. Mendapat kepastian pembayaran setelah pelaksanaan pekerjaan proyek selesai tepat waktunya
  3. Mendapat jaminan asuransi kepada tenaga kerja yang akan melaksanakan pekerjaan proyek.

Hak dan kewajiban perusahaan kontraktor harus tertuang dalam kontrak pelaksanaan proyek. Ini untuk menjamin agar tidak ada satu pihak yang merasa dirugikan sehingga pelaksanaan proyek dapat selesai tepat pada waktunya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *